Open Banking: Pengertian, Manfaat, Contoh dan Risikonya

open banking

Open banking merupakan inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang dapat mempermudah, mempercepat, mengintegrasikan, dan membuat layanan keuangan menjadi lebih praktis. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang tertarik dengan layanan perbankan ini.

Jadi, apa sebenarnya open banking dan apa saja keuntungan yang bisa diperoleh dari layanan ini? Selain itu, apa saja contoh layanan open banking yang sudah tersedia? Serta, apa tantangan yang dihadapi dan bagaimana prospek masa depan open banking di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut simak penjelasannya dibawah ini!

Pengertian Open Banking

Open banking merupakan layanan yang memungkinkan Anda untuk aman berbagi data perbankan dan keuangan dengan bank, layanan, dan aplikasi keuangan pihak ketiga.

Dengan memberikan izin secara tegas, bank Anda dapat memberikan informasi seperti rincian rekening, laporan tabungan, dan pembayaran berkala kepada penyedia resmi, seperti aplikasi penganggaran atau alat manajemen arus kas. Ini merupakan bagian dari reformasi peraturan yang diberlakukan sejak tahun 2018 dan memberikan perlindungan bagi konsumen.

Tujuan dari open banking itu sendiri adalah untuk meningkatkan inovasi dalam layanan keuangan, memungkinkan produk dan aplikasi terhubung untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen.

Manfaat Open Banking

Open banking memiliki beberapa manfaat baik manfaat bagi nasabah, bank maupun kepada mitra. Berikut merupakan manfaat open banking:

Manfaat Open Banking untuk Nasabah

Pelayanan Finansial yang Inovatif

Open banking memungkinkan nasabah untuk mengakses dan mengelola keuangannya secara lebih mudah dan praktis. Nasabah dapat menggunakan berbagai aplikasi atau layanan keuangan dari berbagai penyedia tanpa harus membuka rekening baru. Hal ini membuka peluang bagi inovasi baru dalam layanan keuangan, seperti layanan keuangan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan nasabah.

Baca Juga: Apa Itu KYC? Manfaat, Tujuan dan Cara Kerjanya

Membuat Transaksi Lebih Aman, Nyaman, dan Praktis

Open banking menggunakan standar keamanan yang ketat untuk melindungi data nasabah. Hal ini membuat transaksi keuangan lebih aman dan terjamin. Selain itu, open banking juga memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja, selama memiliki akses internet.

Bisa Digunakan Kapan Saja dan di Mana Saja

Seperti yang disebutkan sebelumnya, open banking memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja. Hal ini memudahkan nasabah untuk mengelola keuangannya, bahkan ketika mereka sedang bepergian atau berada di luar rumah.

Manfaat Open Banking untuk Bank

Memperbanyak Transaksi

Open banking dapat meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan nasabah. Hal ini karena nasabah dapat menggunakan berbagai aplikasi atau layanan keuangan untuk melakukan transaksi.

Menarik Minat Nasabah Baru

Open banking dapat menarik minat nasabah baru. Hal ini karena nasabah dapat merasakan pengalaman baru dalam menggunakan layanan keuangan yang lebih inovatif, aman, dan praktis.

Baca Juga: Mobile Banking: Pengertian, Fitur dan Cara Kerja

Memperbanyak Keragaman atau Variasi Produk Perbankan

Open banking dapat mendorong bank untuk mengembangkan produk perbankan yang lebih beragam dan inovatif. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam.

Memanjakan Nasabah

Open banking dapat menjadi sarana bagi bank untuk memanjakan nasabahnya. Bank dapat menawarkan berbagai layanan dan fitur tambahan yang menarik bagi nasabah.

Mewujudkan Banking as a Service (BaaS)

Open banking dapat menjadi dasar bagi pengembangan layanan perbankan sebagai layanan (banking as a service/BaaS). BaaS memungkinkan pihak ketiga, seperti fintech, untuk menggunakan infrastruktur dan layanan perbankan untuk mengembangkan produk dan layanan keuangan mereka sendiri.

Manfaat Open Banking untuk Mitra

Sistem Pembayaran yang Variatif

Open banking memungkinkan mitra untuk mengakses berbagai sistem pembayaran. Hal ini memudahkan mitra untuk menyediakan layanan pembayaran yang lebih beragam dan inovatif bagi nasabah.

Mengakses Big Data untuk Bisa Menganalisis Pasar

Open banking memungkinkan mitra untuk mengakses big data keuangan. Hal ini dapat digunakan oleh mitra untuk menganalisis pasar dan mengembangkan strategi bisnis yang lebih efektif.

Standar Keamanan Tingkat Tinggi

Open banking menggunakan standar keamanan yang ketat untuk melindungi data nasabah. Hal ini dapat memberikan rasa aman bagi mitra untuk menggunakan data nasabah dalam mengembangkan produk dan layanan mereka.

Secara keseluruhan, open banking dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, baik nasabah, bank, maupun mitra. Open banking dapat meningkatkan inovasi, keamanan, dan kenyamanan dalam layanan keuangan.

Baca  Juga: Bank Sort Code: Pengertian, Fungsi Dan Cara Menemukannya

Contoh Open Banking

Beberapa layanan open banking telah muncul di Indonesia, dan ini mungkin akan terus berkembang seiring dengan waktu. Beberapa contoh open banking di Indonesia termasuk beberapa platform e-commerce, seperti Tokopedia dan Shopee yang menawarkan layanan pembayaran tagihan otomatis. 

Layanan ini memungkinkan nasabah untuk mengatur tagihan listrik, air, internet, dan lain-lain untuk dibayar otomatis dengan menautkan rekening bank mereka ke layanan penyedia tagihan. Hal ini memudahkan nasabah dan menghindari risiko telat membayar tagihan.

Selain itu, beberapa bank seperti BCA, Mandiri, dan BRI, telah bermitra dengan platform e-commerce untuk menawarkan beragam opsi pembayaran langsung menggunakan saldo rekening bank nasabah. Hal ini meningkatkan kenyamanan pembeli dan mendorong transaksi tanpa perlu top-up dompet elektronik.

Risiko Open Banking di Indonesia

Pada prinsipnya, kehadiran open banking disambut positif oleh mayoritas masyarakat karena dianggap sebagai penyegar dalam sektor keuangan. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa open banking tidak menemui tantangan. Salah satu permasalahan yang dihadapi di Indonesia terkait open banking adalah aspek keamanan data nasabah, yang masih menjadi sumber keraguan bagi sebagian orang terhadap implementasi open banking.

Open banking merupakan keterbukaan antara bank dan mitra digital. Dalam penggunaannya, penting untuk memastikan bahwa data nasabah tetap terjaga dari potensi kebocoran data.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kehadiran open banking telah menjadi angin segar dalam sektor keuangan dan diterima baik oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah keamanan data nasabah, yang masih menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian orang. 

Dengan upaya terus-menerus dalam mengatasi tantangan dan memastikan ketersediaan layanan yang aman, open banking diharapkan akan terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan di dalam ekosistem finansial.

Daftar Newsletter

Daftar sekarang untuk mendapatkan artikel terbaru dari Easylink!