Terakhir diperbarui pada Juli 23rd, 2026 at 02:54 pm
Pernah gak sih, lagi asyik jalan-jalan atau kerja di luar negeri, tiba-tiba butuh tarik tunai atau bayar sesuatu, eh kartu ATM malah ditolak mesin? Atau lagi buru-buru kirim uang ke keluarga di rumah, tapi prosesnya lama dan potongannya bikin kaget?
Tenang, ini masalah yang sering banget dialami diaspora, pelajar, dan pebisnis Indonesia. Kabar baiknya, sejumlah bank besar Tanah Air sudah punya jaringan internasional yang cukup mumpuni untuk mendukung mobilitas kamu. Yuk, kita bahas satu per satu, sekaligus solusi paling efisien jika tujuan utamamu adalah kirim uang ke luar negeri.
1. BCA (Bank Central Asia)
BCA punya jaringan ATM dan mitra terluas di Indonesia, dan kartunya kompatibel dengan jaringan global Visa maupun Mastercard, sehingga bisa dipakai tarik tunai di ATM luar negeri.
Beberapa fasilitas yang bisa kamu manfaatkan:
- Tarik tunai di ATM berlogo Visa/Mastercard di berbagai negara
- Belanja online di platform global seperti Amazon atau AliExpress
- Kirim uang lintas negara lewat BCA Remittance
- Kartu debit yang langsung bisa dipakai transaksi global tanpa buka rekening baru
Yang perlu diperhatikan, setiap transaksi luar negeri biasanya dikenakan biaya administrasi plus konversi kurs, umumnya di kisaran 1–3% per transaksi.
2. Bank Mandiri
Sebagai bank BUMN terbesar, Mandiri juga sudah membangun infrastruktur transaksi lintas negara yang solid, lengkap dengan beberapa kantor cabang di luar negeri.
- Kartu debit Visa/Mastercard yang berlaku di ATM dan mesin EDC di seluruh dunia
- Mandiri Remittance Service dengan jangkauan ke Singapura, Hongkong, Malaysia, dan negara lain
- Livin’ by Mandiri yang tetap bisa diakses dari luar negeri selama kamu masih menerima OTP atau memakai token digital
Buat pelajar atau pekerja migran, keberadaan cabang Mandiri di Singapura dan Hong Kong sering jadi penolong saat butuh layanan tatap muka.
3. BNI (Bank Negara Indonesia)
BNI termasuk yang paling agresif memperluas jaringan luar negerinya, dengan kantor cabang di beberapa kota besar dunia: Tokyo, Seoul, London, New York, hingga Hong Kong dan Singapura.
Layanan andalannya:
- BNI Smart Remittance untuk transfer antarnegara dengan biaya lebih ramah kantong
- Kartu debit yang berlaku di jaringan Visa dan Mastercard di seluruh dunia
- BNI Mobile Banking yang bisa diakses kapan saja selama ada koneksi internet
Cabang-cabang BNI ini juga kerap berkolaborasi dengan universitas dan komunitas diaspora, jadi cukup ramah buat pelajar Indonesia di luar negeri.
4. CIMB Niaga
Karena berinduk pada CIMB Group yang berbasis di Malaysia, CIMB Niaga otomatis punya akses jaringan Asia Tenggara yang lebih luas dibanding kebanyakan bank lokal lain.
- Kartu debit dan kredit Visa/Mastercard yang diterima di banyak negara
- Octo Mobile untuk transfer dan pembayaran internasional dari genggaman
- Layanan prioritas CIMB Preferred International Access di cabang-cabang seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand
- CIMB Niaga International Remittance yang terhubung dengan lebih dari 100 bank koresponden dunia
Baca Juga: Kirim Uang ke Luar Negeri Lebih Cepat, Murah dan Aman
5. Bank Danamon
Danamon belum memiliki banyak cabang di luar negeri, tapi kartunya tetap mengikuti standar jaringan Visa/Mastercard sehingga bisa dipakai untuk transaksi global. Untuk kirim uang, Danamon bekerja sama dengan Western Union, dan nasabah tetap bisa mengakses rekening lewat Danamon Online Banking dari mana saja.
6. PermataBank
Lewat kemitraannya dengan Standard Chartered Bank, PermataBank menghadirkan PermataMobile X dengan fitur:
- Transfer internasional ke lebih dari 50 negara
- Tarik tunai di ATM luar negeri berlogo Visa/Mastercard
- Notifikasi real-time dan konversi kurs otomatis langsung di aplikasi
7. BRI, BTN, dan OCBC NISP
Tiga bank ini juga terus memperluas akses internasionalnya:
- BRI mengandalkan BRIfast Remittance dan kartu debit global
- BTN berfokus pada kemudahan tarik tunai dan penggunaan kartu debit di luar negeri
- OCBC NISP diuntungkan oleh jaringan OCBC Group Singapore, cocok buat kamu yang mondar-mandir Indonesia–Singapura
Tiga Jenis Layanan yang Umumnya Tersedia
Meski beda bank beda kebijakan, secara umum ada tiga layanan utama yang bisa kamu manfaatkan di luar negeri:
- Kartu debit internasional: Kartu berlogo Visa, Mastercard, atau Plus/Cirrus umumnya bisa dipakai di ATM luar negeri, asal fitur transaksi luar negeri sudah diaktifkan lebih dulu lewat aplikasi mobile banking.
- Layanan remitansi (transfer internasional): Pengiriman lintas negara biasanya lewat jaringan SWIFT atau remitansi antarbank, dengan waktu proses 1–3 hari kerja. Sayangnya, biaya transfer antar bank bisa cukup besar, mulai dari ratusan ribu rupiah per transaksi, belum termasuk potongan dari bank koresponden.
- Internet dan mobile banking: Selama ada koneksi internet, kamu bisa login ke rekening kamu dari mana saja. Tantangannya, sebagian aplikasi masih mengandalkan OTP via SMS, yang bisa jadi masalah kalau nomor lokalmu tidak aktif di luar negeri.
Baca Juga: 8 Cara Mudah Transfer Uang ke Luar Negeri
Apa Syarat Kartu Debit Bisa Digunakan di Luar Negeri?
Memiliki rekening di salah satu bank di atas belum tentu membuat semua kartu otomatis dapat digunakan di luar negeri. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum berangkat.
-
Periksa jaringan pada kartu
Pastikan kartu menggunakan jaringan internasional seperti Visa atau Mastercard. Saat ingin melakukan tarik tunai, cari ATM yang menampilkan logo jaringan yang sama dengan kartu.
-
Aktifkan transaksi internasional
Beberapa bank mewajibkan nasabah mengaktifkan transaksi internasional, debit roaming, atau penggunaan kartu luar negeri melalui aplikasi mobile banking.
Pengaturan ini sebaiknya dilakukan sebelum keberangkatan agar kartu tidak ditolak saat digunakan.
-
Periksa limit transaksi
Limit tarik tunai, pembayaran merchant, transaksi contactless, dan pembayaran online dapat berbeda untuk setiap jenis kartu.
Atur limit sesuai kebutuhan, tetapi hindari memasang limit terlalu tinggi untuk mengurangi risiko penyalahgunaan kartu.
-
Pastikan nomor Indonesia tetap aktif
Beberapa transaksi atau perubahan pengaturan memerlukan OTP yang dikirimkan ke nomor ponsel terdaftar. Aktifkan roaming, gunakan layanan penerimaan SMS, atau pastikan metode autentikasi aplikasi tetap bisa digunakan selama berada di luar negeri.
-
Siapkan metode pembayaran cadangan
Jangan hanya mengandalkan satu kartu. Gangguan jaringan, kartu terblokir, ATM yang tidak kompatibel, atau limit transaksi dapat membuat pembayaran gagal.
Siapkan kartu cadangan, uang tunai secukupnya, atau metode pembayaran digital lain untuk kondisi darurat.
Baca Juga: Kuliah di Luar Negeri: Cara, Persiapan dan Syaratnya
Biaya Menggunakan Bank Indonesia di Luar Negeri
Biaya transaksi luar negeri berbeda-beda tergantung kebijakan bank, jenis kartu, mata uang rekening, jaringan ATM, dan negara tempat transaksi dilakukan.
Beberapa komponen biaya yang perlu diperhatikan antara lain:
- Biaya tarik tunai dari bank penerbit kartu.
- Access fee dari bank atau pemilik ATM di luar negeri.
- Biaya konversi mata uang.
- Selisih kurs jual dan beli.
- Biaya transaksi gagal atau pengecekan saldo.
- Biaya transfer internasional.
- Potongan dari bank koresponden untuk transaksi tertentu.
Sebagai contoh, BCA mencantumkan biaya tarik tunai melalui jaringan Cirrus sebesar Rp20.000, sedangkan Mandiri mencantumkan biaya Rp25.000 untuk penarikan dengan sumber dana rupiah. Biaya lain dari pengelola ATM atau proses konversi tetap mungkin berlaku.
Saat ATM menawarkan pilihan konversi langsung ke rupiah, periksa nilai tukarnya terlebih dahulu. Kurs yang ditawarkan pengelola ATM dapat berbeda dari kurs bank penerbit kartu dan berpotensi disertai biaya konversi tambahan.
Cara Memilih Bank untuk Digunakan di Luar Negeri
Tidak ada satu bank yang selalu paling tepat untuk semua orang. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan transaksi.
-
Untuk liburan singkat
Pilih kartu debit Visa atau Mastercard yang mudah diaktifkan untuk transaksi internasional. Periksa juga biaya tarik tunai dan kemampuan contactless.
-
Untuk kuliah atau tinggal di luar negeri
Pertimbangkan rekening multicurrency agar kamu bisa menyimpan mata uang negara tujuan dan mengurangi kebutuhan konversi berulang.
-
Untuk perjalanan ke beberapa negara
Gunakan bank yang menyediakan banyak pilihan mata uang asing dan memungkinkan rekening valas dihubungkan langsung ke kartu debit.
-
Untuk pembayaran supplier atau kebutuhan bisnis
Layanan remittance lebih sesuai dibandingkan kartu debit. Perhatikan biaya transfer, kurs, estimasi waktu pengiriman, dokumen transaksi, dan nominal yang akan diterima supplier.
-
Untuk mengirim uang ke keluarga
Pilih layanan yang memberikan informasi biaya dan kurs sejak awal serta dapat mengirim dana langsung ke rekening penerima.
Kesimpulan
Ada banyak bank Indonesia yang bisa digunakan di luar negeri, mulai dari BCA, Mandiri, BNI, CIMB Niaga, OCBC, PermataBank, Danamon, Bank Jago, hingga BRI. Setiap bank memiliki keunggulan berbeda, seperti kartu debit internasional, rekening multicurrency, tarik tunai, mobile banking, atau layanan remittance.
Sebelum bepergian, pastikan kartu sudah mendukung jaringan internasional, fitur transaksi luar negeri aktif, limit mencukupi, dan nomor ponsel terdaftar tetap bisa menerima verifikasi.
Sementara itu, untuk kebutuhan mengirim uang ke keluarga, membayar biaya pendidikan, atau melakukan pembayaran bisnis ke luar negeri, kamu bisa menggunakan Easylink.
Dengan Easylink, kamu dapat mengirim uang ke lebih dari 170 negara dan 29 mata uang lokal dengan biaya admin mulai dari Rp30.000 untuk negara tertentu.
Download Easylink sekarang dan kirim uang ke luar negeri dengan lebih mudah, aman, dan praktis.
