Apa Itu KYC? Manfaat, Tujuan Hingga Cara Kerjanya

kyc-know-your-customer

Dalam dunia keuangan, KYC atau Know Your Customer menjadi salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, pemahaman akan KYC menjadi semakin penting untuk menjaga keamanan dan keandalan transaksi keuangan. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai KYC, termasuk manfaat, tujuan, dan cara kerjanya, yuk simak ulasan berikut ini.

Apa Itu KYC?

Know Your Customer (KYC) adalah proses verifikasi identitas pelanggan yang dilakukan oleh lembaga keuangan atau bisnis. Tujuan utama KYC adalah untuk mengumpulkan informasi lengkap dan akurat tentang pelanggan guna mencegah kegiatan keuangan yang ilegal seperti pencucian uang dan pembiayaan terorisme.

Manfaat KYC

Penerapan teknologi KYC oleh bank atau lembaga keuangan membawa beberapa manfaat yang signifikan. Berikut adalah lima manfaat utama yang perlu dipahami terkait KYC:

  1. Bank dapat melakukan identifikasi nasabah dengan lebih mendalam dan intensif.
  2. Membantu bank dalam memahami karakter transaksi nasabah dengan lebih baik.
  3. Menilai risiko pencucian uang dari nasabah untuk mengawasi aktivitas transaksi mereka.
  4. Memberikan perlindungan kepada nasabah dengan mencegah penipuan dan kerugian akibat transaksi yang tidak wajar atau ilegal.
  5. Mempercepat dan mengurangi biaya proses verifikasi data diri nasabah.

Baca Juga: 6 Cara Transfer Uang dari Luar Negeri Ke Indonesia

Tujuan KYC

Tujuan dari Know Your Customer (KYC) adalah untuk memastikan bahwa lembaga keuangan atau bisnis yang melakukan transaksi dengan pelanggan dapat mengidentifikasi dan memahami identitas pelanggan tersebut. KYC bertujuan untuk:

  • Keamanan Keuangan: Melindungi sektor keuangan dari risiko penyalahgunaan melalui identifikasi pelanggan yang jelas.
  • Kepatuhan Hukum: Menjalankan proses KYC memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di sektor keuangan.
  • Mencegah Pencucian Uang (AML): KYC membantu dalam mencegah praktik pencucian uang dengan mengidentifikasi dan melacak aktivitas keuangan yang mencurigakan.
  • Mematuhi Regulasi Keuangan: KYC adalah persyaratan yang diatur oleh banyak otoritas keuangan dan regulator sebagai bagian dari upaya untuk menjaga integritas sistem keuangan.

Apakah KYC Wajib?

Ya, KYC dianggap wajib dalam banyak yurisdiksi dan sektor keuangan. Regulasi yang ketat memerlukan bisnis dan lembaga keuangan untuk melakukan proses KYC guna memastikan kepatuhan terhadap aturan anti-pencucian uang dan pencegahan terorisme.

Baca Juga: Cara Transfer Uang Ke Luar Negeri Aman dan Murah

Kapan KYC Dilakukan?

KYC biasanya dilakukan saat pelanggan baru mendaftar, sebelum melakukan transaksi keuangan tertentu, dan secara berkala untuk memperbarui informasi pelanggan.

Cara Penerapan KYC

Penerapan Know Your Customer (KYC) melibatkan registrasi pelanggan, verifikasi identitas, pemantauan transaksi, dan evaluasi risiko. Proses ini memerlukan pembaruan data, pelatihan karyawan, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Kolaborasi dengan pihak eksternal dan kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan kepatuhan transaksi keuangan.

Cara Kerja KYC

Agar dapat lebih menjelaskan konsep KYC dalam industri jasa keuangan berbasis teknologi, berikut rincian mengenai cara kerjanya:

  1. Pengguna mengunggah dokumen identitas ke platform yang telah disediakan oleh lembaga keuangan.
  2. Mengatur pertemuan langsung melalui video call dengan perwakilan dari penyedia layanan keuangan terkait.
  3. Melakukan video call dengan perwakilan penyedia layanan keuangan untuk melakukan proses verifikasi.
  4. Menilai berbagai aspek keuangan pengguna yang terkait dengan penggunaan produk atau layanan teknologi keuangan, termasuk besar penghasilan bulanan dan riwayat transaksi.

Dasar Hukum KYC

KYC adalah program teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan dan diatur oleh berbagai peraturan hukum. Beberapa sumber hukum yang menjadi acuan untuk KYC meliputi:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non-Bank.
  3. POJK Nomor 12-POJK.01-2017 tentang Penerapan Program APU PPT di Sektor Jasa Keuangan.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang KYC, diharapkan para pemangku kepentingan dalam industri keuangan dapat mengoptimalkan langkah-langkah perlindungan terhadap risiko pencucian uang dan aktivitas keuangan ilegal lainnya. 

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak atau memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi penyedia layanan keuangan Anda. Keamanan keuangan dimulai dengan kita semua, dan KYC adalah langkah penting dalam menjaga integritas sistem keuangan global.

About The Author